ANALISA PERSEDIAAN DENGAN PERMINTAAN TAK PASTI
Ø Model EOQ dengan Stok Cadangan
1. Penentuan Stok Cadangan
Salah satu
masalah dalam melakukan analisa EOQ (economic
order quantity) adalah bahwa sulit bagi kita untuk dapat menentukan titik pemesanan
kembali. Titik pemesanan kembali diperlukan untuk mencegah terjadinya
kehabisan stok(kekurangan) selama waktu antara melakukan pemesanan dan menerima
pesanan tersebut. Titik pemesanan kembali adalah satu tingkat persediaan yang
tetap ada dalam stok yang jumlahnya sama dengan permintaan selama masa waktu
yang dibutuhkan untuk menerima pemesanan(disebut lead time). Ketika permintaan bersifat pasti, persediaan ini akan
berkurang / dihabiskan pada tingkat yang diketahuai, sehingga pesanan akan
sampai tepat pada saat tingkat persediaan mencapai titik nol.
Contoh titik
pemasanan kembali:
Toko karpet memiliki permintaan (D)
konstan sebesar 10.000 yard atas karpet super shag per tahun dengan tenggang
waktu (L) sebesar 10 hari. Maka titik
pemesanan kembali, R, dihitung sebagai
R = L 
=
=274
Manajer
toko karpet melakukan pemesanan untuk economic order quantity (Q*)
ketika karpet dalam persediaan mencapai 274
, dan jumlah ini akan
terus berkurang karena adanya permintaan selama waktu 10 hari yang dibutuhkan
untuk menerima pemesanan. Namun, walaupun tenggang waktu dapat bersifat
konstan, jika permintaan bersifat tidak pasti, maka tidak mungkin kita dapat
memprediksi secara tepat permintaan yang akan terjadi selama 10 hari tersebut.
Oleh karena itu, adalah mungkin bahwa meskipun kita memiliki titik pemesanan
kembali, kekurangan tetap saja tejadi. Sebagai pencegahan terhadap kekurangan
ketika permintaan tidak pasti, perusahaan-perusahaan sering menggunakan suatu
penyangga (buffer) atas sejumlah
persediaan tambahan yang disebut stok
cadangan.
Kehabisan
stok terjadi karena permintaan melebihi perkiraan titik pemesanan kembali
selama masa tenggang waktu. Titik
pemesanan kembali ditentukan sehingga tingkat stok cadangan diperlakukan sama
seperti tingkat persediaan nol tanpa stok cadangna. Dengan kata lain, kita
tidak ingin persediaan turun lebih rendah daripada tingkat stok cadangna.
Namun, ketika hal itu terjadi, permintaan tetap dapat dipenuhi.
Bagaimanapun juga, menjaga adanya stok cadangan tidak
bebas biaya. Biaya pemeliharaan dibebankan pada stok cadangan tersebut seperti
halnya persediaan biasa. Umumnya diasumsikan bahwa frekuensi dan jumlah
permintaan aktual diatas tingkat stok cadangan sama dengan frekuensi dan jumlah
permintaan aktual tersebut dibawah tingkat stok cadangan tersebut. Maka surplus
dan defisit terjadi sepanjang tahun, sehingga secara rata-rata stok cadangan
tersebut tidak dipakai. Hal ini berarti bahwa untuk menentukan biaya tahunan
atas stok cadangan, kita hanya perlu mengalikan biaya pemeliharaan tahunan per
unit dengan tingkat stok cadangan.
Walaupun permintaan tidak diketahuai dengan pasti,
kita akan mengansumsikan bahwa permintaan tersebut dapat digambarkan dengan
distribusi probabilita. Berdasarkan catatan permintaan toko tersebut, manajer
telah menentukan distribusi probabilita.
2. Menentukan Stok Cadangan dengan
Menggunakan Tingkat Pelayanan
Suatu
alternatif untuk menentukan stok cadangan adalah dengan membuat suatu tingkat
stok cadangan yang akan memenuhi permintaan dari persentasi tertentu dari
jumlah total pelanggan. Sebagai contoh, manajer toko karpet dapat menetapkan
suatu titik pemesanan kembali sebesar 1.000 yard karpet, yang memungkinkan toko
tersebut dapat memenuhi permintaan dari
85% pelanggan selama periode tenggang waktu; 15% pelanggan tidak akan dapat
membeli karpet tersebut karena tidak ada lagi stok yang tersisa. Persentase
pelanggan toko yang dapat dilayani oleh toko selama periode tenggang waktu
(85%) disebut sebagai tingkat pelayanan. Dengan menambahkan stok cadangan
terhadap titik pemesanan kembalu, toko tersebut dapat memenuhi permintaan
persentase pelanggan yang lebih besar. Dengan kata lain, toko tersebut dapat
meningkatkan tingkat pelayanannya dengan menambah jumlah stok cadnagan.
Untuk
menetapkan stok cadangan berdasarkan tingkat pelayanan pada contoh toko karpet
kita, kita akan mengansumsikan bahwa permintaan bersifat tak pasti namun ia
dapat digambarkan dengan distribusi probabilita normal.
3. Menentukan Kuantitas Pemesanan dengan
Tabel Hasil Pertukaran
Suatu
tabel hasil pertukaran menyajikan berbagai hasil (outcome) dari suatu keputusan mengenai alternatif kondisi
probabilita (keadaan dasar). Dalam
analisa persediaan, keputusan yang dihasilkan adalah berupa kuantitas
pemesanan yang mungkin, dan probabilita kondisi dasarnya merupakan tingkat
permintaan yang mungkin.
Contoh :
The Petals and Plants Flower Shop memesan bunga
anyelir dari rumah tanaman dengan dasar mingguan. ( Karena anyelir merupakan
komoditi yang tidak tahan lama, pemesanan dilakukan dalam jangka waktu
tertentu, umunya berhubungan dengan masa hidup produk tersebut yang dalam hal
ini selama satu minggu. Dari sini, keputusan seperti kapan pemesanan harus
dilakukan telah ditentukan). Manajer toko bunga mengembangkan distirbusi
probabilita untuk permintaan anyelir perminggu.Berikut catatan-catatan masa
lalu.
|
Permintaan
(lusin/minggu)
|
Probabilita
|
|
9
|
.15
|
|
10
|
.40
|
|
11
|
.25
|
|
12
|
.20
|
|
|
1.00
|
Anyelir-anyelir tersebut menimbulkan biaya bagi toko
bunga sebesar $1.50 per lusin dan dijual
seharaga $3.00 per lusin per minggu. Manajer telah menentukan bahwa biaya
pemeliharaan dan biaya kekurangan yang terjadi adalah sebesar $1.00 per lusin
per minggu. Tabel hasil pertukaran yang ditunjukkan terdiri dari empat alternatif keputusan yang menggambarkan empat
ukuran pemesanan dan empat keadaan dasar (state
of nature) yang mencerminkan empat tingkat permintaan anyelir yang mungkin.
Berikut tabel hasil pertukaran
untuk ukuran pemesanan,
|
Keputusan
(besar order, Q)
|
Kondisi
(permintaaan,
D)
|
|||
|
9
|
10
|
11
|
12
|
|
|
15
|
40
|
25
|
20
|
|
|
9
|
|
|||
|
10
|
||||
|
11
|
||||
|
12
|
||||
Masing-masing nilai hasil pertukaran dalam tabel sama
dengan laba yang akan dihasilkan dan ukuran pemesanan dan permintaan tertentu.
PENERAPAN MANAJEMEN
SAINS
Ø Tabel
hasil pertukaran untuk pengendalian persediaan pada kartu Hallmark
Untuk
mengatasi masalah kenaikan volume barang yang dibuang (barang-barang yang tetap ada dalam persediaan yang tidak
akan ditawarkan pada pengecer), Hllmark
/cards Incorporated membuat suatu program yang mencakup penggunaan analisa
keputusan dan matriks hasil pertukaranuntuk manajemen persediaan. Pendektan
suatu kasus dengan menggunakan suatu matriks hasil pertukaran dengan
pendapatan, penerimaan, biaya kekurangan, dan nilai sisa digunakan sebagai
bagian dari program pelatihan keseluruhan untuk manajemen persediaan. Para
manajer yang dilatih dengan menggunakan tabel hasil pertukaran secara berurutan
mengaplikasikan konsep dan pengetahuan langsung terhadap situasi individual,
dengan pemerolehan penghematan dan pendapatan yang besar.
Ø Simulasi
Simulasi
sebagai pendekatan terakhir kita terhadap analisa persediaan dalm kondisi
permintaan tak pasti. Simulasi merupakan suatu metode analisa yang sering
digunakan ketika ketidakpastian terjadi.
Simulasi
yang terkomputerisasi menjadi suatu kebutuhan jika lebih dari satu komponen
model persediaan bersifat tidak pasti. Sebagai contoh, jika tenggang waktu dan
pemintaan tidak pasti, maka selama setiap siklus pemesanan baik ukuran
pemesanan maupun tenggang waktu bervariasi. Ini secara sistematis, terutama
jika tenggang waktu dan permintaan dapat sama dengan suatu batasn nilai yang
besar.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar