Kamis, 29 November 2012

Rangkuman Mata Kuliah Manajemen sains

ANALISA PERSEDIAAN DENGAN PERMINTAAN TAK PASTI
Ø  Model EOQ dengan Stok Cadangan
1.       Penentuan Stok Cadangan
Salah satu masalah dalam melakukan analisa EOQ (economic order quantity) adalah bahwa sulit bagi kita untuk dapat menentukan titik pemesanan kembali. Titik pemesanan kembali diperlukan untuk mencegah terjadinya kehabisan stok(kekurangan) selama waktu antara melakukan pemesanan dan menerima pesanan tersebut. Titik pemesanan kembali adalah satu tingkat persediaan yang tetap ada dalam stok yang jumlahnya sama dengan permintaan selama masa waktu yang dibutuhkan untuk menerima pemesanan(disebut lead time). Ketika permintaan bersifat pasti, persediaan ini akan berkurang / dihabiskan pada tingkat yang diketahuai, sehingga pesanan akan sampai tepat pada saat tingkat persediaan mencapai titik nol.
Contoh titik pemasanan kembali:
Toko karpet memiliki permintaan (D) konstan sebesar 10.000 yard atas karpet super shag per tahun dengan tenggang waktu (L) sebesar  10 hari. Maka titik pemesanan kembali, R, dihitung sebagai
R = L
   =
   =274
Manajer toko karpet melakukan pemesanan untuk economic order quantity (Q*) ketika karpet dalam persediaan mencapai 274, dan jumlah ini akan terus berkurang karena adanya permintaan selama waktu 10 hari yang dibutuhkan untuk menerima pemesanan. Namun, walaupun tenggang waktu dapat bersifat konstan, jika permintaan bersifat tidak pasti, maka tidak mungkin kita dapat memprediksi secara tepat permintaan yang akan terjadi selama 10 hari tersebut. Oleh karena itu, adalah mungkin bahwa meskipun kita memiliki titik pemesanan kembali, kekurangan tetap saja tejadi. Sebagai pencegahan terhadap kekurangan ketika permintaan tidak pasti, perusahaan-perusahaan sering menggunakan suatu penyangga (buffer) atas sejumlah persediaan tambahan yang disebut stok cadangan.
                Kehabisan stok terjadi karena permintaan melebihi perkiraan titik pemesanan kembali selama masa tenggang waktu. Titik pemesanan kembali ditentukan sehingga tingkat stok cadangan diperlakukan sama seperti tingkat persediaan nol tanpa stok cadangna. Dengan kata lain, kita tidak ingin persediaan turun lebih rendah daripada tingkat stok cadangna. Namun, ketika hal itu terjadi, permintaan tetap dapat dipenuhi.
                Bagaimanapun juga, menjaga adanya stok cadangan tidak bebas biaya. Biaya pemeliharaan dibebankan pada stok cadangan tersebut seperti halnya persediaan biasa. Umumnya diasumsikan bahwa frekuensi dan jumlah permintaan aktual diatas tingkat stok cadangan sama dengan frekuensi dan jumlah permintaan aktual tersebut dibawah tingkat stok cadangan tersebut. Maka surplus dan defisit terjadi sepanjang tahun, sehingga secara rata-rata stok cadangan tersebut tidak dipakai. Hal ini berarti bahwa untuk menentukan biaya tahunan atas stok cadangan, kita hanya perlu mengalikan biaya pemeliharaan tahunan per unit dengan tingkat stok cadangan.
                Walaupun permintaan tidak diketahuai dengan pasti, kita akan mengansumsikan bahwa permintaan tersebut dapat digambarkan dengan distribusi probabilita. Berdasarkan catatan permintaan toko tersebut, manajer telah menentukan distribusi probabilita.

2.       Menentukan Stok Cadangan dengan Menggunakan Tingkat Pelayanan
Suatu alternatif untuk menentukan stok cadangan adalah dengan membuat suatu tingkat stok cadangan yang akan memenuhi permintaan dari persentasi tertentu dari jumlah total pelanggan. Sebagai contoh, manajer toko karpet dapat menetapkan suatu titik pemesanan kembali sebesar 1.000 yard karpet, yang memungkinkan toko tersebut dapat memenuhi permintaan  dari 85% pelanggan selama periode tenggang waktu; 15% pelanggan tidak akan dapat membeli karpet tersebut karena tidak ada lagi stok yang tersisa. Persentase pelanggan toko yang dapat dilayani oleh toko selama periode tenggang waktu (85%) disebut sebagai tingkat pelayanan. Dengan menambahkan stok cadangan terhadap titik pemesanan kembalu, toko tersebut dapat memenuhi permintaan persentase pelanggan yang lebih besar. Dengan kata lain, toko tersebut dapat meningkatkan tingkat pelayanannya dengan menambah jumlah stok cadnagan.
Untuk menetapkan stok cadangan berdasarkan tingkat pelayanan pada contoh toko karpet kita, kita akan mengansumsikan bahwa permintaan bersifat tak pasti namun ia dapat digambarkan dengan distribusi probabilita normal.

3.       Menentukan Kuantitas Pemesanan dengan Tabel Hasil Pertukaran
Suatu tabel hasil pertukaran menyajikan berbagai hasil (outcome) dari suatu keputusan mengenai alternatif kondisi probabilita (keadaan dasar). Dalam  analisa persediaan, keputusan yang dihasilkan adalah berupa kuantitas pemesanan yang mungkin, dan probabilita kondisi dasarnya merupakan tingkat permintaan yang mungkin.
Contoh :
                The Petals and Plants Flower Shop memesan bunga anyelir dari rumah tanaman dengan dasar mingguan. ( Karena anyelir merupakan komoditi yang tidak tahan lama, pemesanan dilakukan dalam jangka waktu tertentu, umunya berhubungan dengan masa hidup produk tersebut yang dalam hal ini selama satu minggu. Dari sini, keputusan seperti kapan pemesanan harus dilakukan telah ditentukan). Manajer toko bunga mengembangkan distirbusi probabilita untuk permintaan anyelir perminggu.Berikut catatan-catatan masa lalu.

Permintaan

(lusin/minggu)

Probabilita

9

.15

10

.40

11

.25

12

.20



1.00

                Anyelir-anyelir tersebut menimbulkan biaya bagi toko bunga sebesar  $1.50 per lusin dan dijual seharaga $3.00 per lusin per minggu. Manajer telah menentukan bahwa biaya pemeliharaan dan biaya kekurangan yang terjadi adalah sebesar $1.00 per lusin per minggu. Tabel hasil pertukaran yang ditunjukkan  terdiri dari empat  alternatif keputusan yang menggambarkan empat ukuran pemesanan dan empat keadaan dasar (state of nature) yang mencerminkan empat tingkat permintaan anyelir yang mungkin.
Berikut tabel hasil pertukaran untuk ukuran pemesanan,



Keputusan

(besar order, Q)

Kondisi

(permintaaan, D)

9

10

11

12

15

40

25

20

9



10

11

12

                Masing-masing nilai hasil pertukaran dalam tabel sama dengan laba yang akan dihasilkan dan ukuran pemesanan dan permintaan tertentu.

PENERAPAN MANAJEMEN SAINS
Ø  Tabel hasil pertukaran untuk pengendalian persediaan pada kartu Hallmark
Untuk mengatasi masalah kenaikan volume barang yang dibuang (barang-barang  yang tetap ada dalam persediaan yang tidak akan ditawarkan pada  pengecer), Hllmark /cards Incorporated membuat suatu program yang mencakup penggunaan analisa keputusan dan matriks hasil pertukaranuntuk manajemen persediaan. Pendektan suatu kasus dengan menggunakan suatu matriks hasil pertukaran dengan pendapatan, penerimaan, biaya kekurangan, dan nilai sisa digunakan sebagai bagian dari program pelatihan keseluruhan untuk manajemen persediaan. Para manajer yang dilatih dengan menggunakan tabel hasil pertukaran secara berurutan mengaplikasikan konsep dan pengetahuan langsung terhadap situasi individual, dengan pemerolehan penghematan dan pendapatan yang besar.

Ø  Simulasi
Simulasi sebagai pendekatan terakhir kita terhadap analisa persediaan dalm kondisi permintaan tak pasti. Simulasi merupakan suatu metode analisa yang sering digunakan ketika ketidakpastian terjadi.
Simulasi yang terkomputerisasi menjadi suatu kebutuhan jika lebih dari satu komponen model persediaan bersifat tidak pasti. Sebagai contoh, jika tenggang waktu dan pemintaan tidak pasti, maka selama setiap siklus pemesanan baik ukuran pemesanan maupun tenggang waktu bervariasi. Ini secara sistematis, terutama jika tenggang waktu dan permintaan dapat sama dengan suatu batasn nilai yang besar.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar